Workshop Terapi SEFT untuk Hadapi Tekanan Kerja
Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapan para calon tenaga kesehatan, STIKES Raflesia Depok bekerja sama dengan RUMI–RUMAT Institute menyelenggarakan workshop keterampilan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Kegiatan yang memadukan penyampaian teori dan praktik ini dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Aula Zaini, Yayasan Raflesia Depok. Pelatihan tersebut diikuti secara antusias oleh mahasiswa program studi D3 Keperawatan serta mahasiswa S1 Keperawatan Profesi Ners. Sebagai narasumber adalah Bapak Dr. Ir. Andri Yan Prima Zani, MM, MKM, selain sebagai trainer SEFT juga sebagai Ketua Yayasan Raflesia Depok.
Kegiatan ini sebagai pembekalan terapi komplementer SEFT dimana tujuan utamanya untuk memberikan keterampilan tambahan yang dapat diterapkan mahasiswa, baik untuk pengelolaan diri sendiri maupun pelayanan kepada klien. Pada pelatihan ini, pertama-tama, mahasiswa diarahkan untuk mampu menerapi diri sendiri guna mengatasi tekanan emosional, stres, dan rasa lelah yang kerap timbul akibat padatnya aktivitas pembelajaran serta tuntutan sistem shift kerja saat menjalankan praktik lapangan di rumah sakit. Dengan kondisi emosional yang terjaga stabil, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan tugas medis secara lebih optimal.
Selain bermanfaat untuk kesehatan mental diri sendiri, keterampilan SEFT juga diproyeksikan sebagai modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja atau membuka usaha pelayanan kesehatan mandiri.
Kegiatan ini sebagai pembekalan terapi komplementer SEFT dimana tujuan utamanya untuk memberikan keterampilan tambahan yang dapat diterapkan mahasiswa, baik untuk pengelolaan diri sendiri maupun pelayanan kepada klien. Pada pelatihan ini, pertama-tama, mahasiswa diarahkan untuk mampu menerapi diri sendiri guna mengatasi tekanan emosional, stres, dan rasa lelah yang kerap timbul akibat padatnya aktivitas pembelajaran serta tuntutan sistem shift kerja saat menjalankan praktik lapangan di rumah sakit. Dengan kondisi emosional yang terjaga stabil, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan tugas medis secara lebih optimal.
Selain bermanfaat untuk kesehatan mental diri sendiri, keterampilan SEFT juga diproyeksikan sebagai modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja atau membuka usaha pelayanan kesehatan mandiri.
Bagi mahasiswa Program Ners, terapi SEFT dapat menjadi keterampilan pendamping yang melengkapi keahlian perawatan luka—seperti perawatan luka diabetes—sehingga penanganan pasien tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mendukung kondisi emosional dan psikologis pasien.
Melalui kolaborasi dengan RUMI–RUMAT Institute, para peserta yang mengikuti workshop ini juga berhak mendapatkan sertifikat yang terhubung dengan jejaring Kementerian Kesehatan.
Dengan kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh secara tepat demi meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Berita terkait : Mahasiswa Keperawatan STIKES Raflesia Dibekali Terapi SEFT untuk Hadapi Tekanan Kerja
Berita terkait : Mahasiswa Keperawatan STIKES Raflesia Dibekali Terapi SEFT untuk Hadapi Tekanan Kerja














